Tiga Sitompul bersaudara yang telah bercerai, menyanyi bersama lagi. masih tetap bagus, memikat, yang istimewa pada sitompul bersaudara: mereka menafsirkan setiap lagu. ketiganya bulat.
MONA telah kawin. Nessy mendapat kesibukan baru di travel Bureau. Dan Rika, yang paling lucu dari ketiganya berkata: “Kami memang sudah berpisah, tapi masih sering kangen”. Maka kostum segera dikeluarkan kembali dari peti. Lalu menyanyilah ketiga dara Batak itu. Masih tetap bagus. Masih tetap memikat. Seolah mereka belum pernah mengubur diri. Walaupun memang “impian telah berlalu” — sebagai kata John Lennon tatkala orang setengah memprotes menanyakan, kenapa sampai Beatles pecah.
Yang istimewa pada Sitompul Bersaudara: mereka menafsirkan setiap lagu. Karenanya mereka punya kekayaan variasi yang mereka tempelkan pada sang lagu. Hasilnya: kesegaran, keunikan, walaupun misalnya lagu tersebut telah dibawakan puluhan penyanyi lain. Mereka menyanyi dengan karakter.
Disamping itu merekapun pintar menjalin komunikasi dengan pendengar, dengan memberi humor yang rendah hati dan kadang-kadang nakal tanpa menyinggung perasaan. Sementara itu tubuh mereka yang terbalut dalam pakaian yang tidak asal gemerlap dikuasai kemungkinan-kemungkinannya.
Lalu bila lagu telah mulai, mereka saling memberikan respons, sehingga ketiganya bulat di depan publik. Sungguh sayang trio penyanyi yang telah mulai matang ini terlalu cepat mengubur diri.
Las Vegas, Tatkala mereka memasuki Jakarta, 23 tahun yang lalu, tiga bersaudari itu masih bocah kecil. Tak ada bayangan sedikitpun untuk menjadi kumpulan penyanyi. Mereka menyanyi hanya sebagai hobi. “Tak ada ambisi sedikitpun”, kata Rika tertua diantara ketiganya. Tapi langkah zaman memang tak bisa diduga. Sejak mereka mulai menamakan diri Tiga Dara Sitompul pada 1963 dan menyanyi: “Manisku, manisku jangan kau tinggalkan daku..” sampai kini, tidak kurang dari 75 lagu telah direkam.
Merekapun sempat melompat ke negara tetangga dan menyanyi di klab malam dengan mengenakan kebaya dan batik. “Tiga gadis manis dari Indonesia dengan irama-irama liar”, komentar orang di sana. Barangkali mereka bisa dikatakan pelopor ekspansi musik pop Indonesia, yang dinilai berhasil.
Manakala mereka kembali tahun lalu dari masa pengembaraan, mereka bisa berbicara tentang Perth, Sidney, San Francisco, Las Vegas mereka telah main di klab malam dan berbagai tempat hiburan. Di Australia malah sempat muncul untuk acara TV.
Semua itu menjadikan mereka sasaran harapan penggemar musik pop di tanah air. Takterduga Rika angkat bicara: “Kami ingin cari hidup sendiri-sendiri”. Maka bubarlah tiga bersaudari tersebut sebagai penyanyi.
Dan buyar pula harapan. Mona lari ke klab malam Nirwana. Rika bergabung dengan “MC” nya Ireng di Tropicana, Nessy yang konon agak kurang mantap sebagai penyanyi benar-benar sudah tarik diri. Tapi betapapun demikian masih ada kemungkinan tiga dara ini muncul. Sebagaimana mereka katakan sendiri: “Kalau kebetulan masing-masing lowong dan duitnya gede”. (TEMPO)


